Daftar artikel

Selasa, 16 September 2014

Pertemuan 2 ~ Metafisika dan Aksiologi

Pada pertemuan kedua hari ini, saya mempelajari tentang percabangan ilmu filsafat yaitu metafisika dan aksiokogi. Sekarang saya akan membahas metafisika dahulu.. Siap? :D

Metafisika adalah ilmu tentang penyelidikan untuk mengetahui hal-hal secara keseluruhan sesuai dengan realitas yang ada.
Metafisika dibagi dua menjadi ontologi (umum) dan teologi metafisika (khusus).

Ontologi membahas segala sesuatu yang ada secara menyeluruh dengan cara memisahkan eksistensi dari penampilan eksistensi itu. (Bingung kan? Samaa :p)
Tiga teori dari ontologi yaitu idealisme, materialisme dan dualisme.

Sedangkan Teologi Metafisika ada dua macam, yaitu kosmologi dan teologi metafisika itu sendiri.
Kosmologi adalah percakapan tentang alam/ketertiban paling fundamental dari seluruh realitas.

Teologi metafisika adalah kepercayaan kepada Allah ditengah realitas kejahatan yang merajalela di dunia (eksistensi Allah lepas dari kepercayaan agama).
Teologi metafisika menghasilkan beberapa argumen yang berbeda-beda, seperti argumen antologis (semua manusia punya ide tentang Allah), argumen kosmologis ( adanya peristiwa sebab-akibat), argumen teologis (segala sesuatu ada tujuanya) dan argumen moral (membedakan baik dan buruk).

Banyak tokoh-tokoh juga dengan pendapatnya masing-masing tentang Allah, seperti F. Nietzche yang berpendapat konsep Allah dalam Kristen buruk, lalu David Hume yang menolak Allah dan kebenaran agama. Dan semua kembali lagi ke kita mau percaya pendapat mereka atau tidak .

David Hume

F. Nietzche 

Oke mari kita membahas cabang filsafat yang kedua, yaitu Aksiologi.

Apa yang dimaksud Aksiologi?
Aksiologi itu ilmu tentang pemberian nilai kepada sesuatu yang memiliki kegunaan untuk kehidupan manusia, serta merumuskan suatu teori yang konsisten mengenai perilaku etis/etika.
Untuk membuat penilaian, kita harus terlebih dahulu melihat fakta yang ada. Tidak boleh jika kita menilai tanpa mengetahui realitas yang ada (sok tau namanya :p)

Ciri nilai, yaitu 1.) Nilai berkaitan dengan subyek ; 2.) Nilai tampil dalam konteks praktis; dan 3.) Nilai menyangkut sifat subyek pada sifat obyek.

Perlu diingat bahwa nilai diberikan tidak untuk diri kita sendiri, tetapi diberikan untuk orang lain. Tidak mungkin kan kita dapat menilai diri kita sendiri. Dan yang dinilai itu bukan unsur bendanya tetapi sifat/kualitas dari benda tersebut.
Dalam menilai ada segi objektif (dilihat dari fakta benda/obyek, bukan pendapat subyek) dan segi subyektif (pandangan subyek menjadi tolak ukur)

Macam-macam nilai, yaitu nilai yang menyangkut kesenangan (berhubungan dengan indra), nilai vitalitas (perasaan), nilai rohani/estetis (benar/salah) dan nilai religius (absolut).

Ciri-ciri nilai moral, antara lain harus ada tanggung jawab, berkaitan dengan hati nuraniabsolut dan formal.
"Nilai moral punya kekuatan besar yang memaksa untuk menerimanya, walaupun seringkali bertentangan dengan keinginan sendiri."

Peranan nilai bagi kehidupan kita sangatlah penting, antara lain a.) Obyek sejati bagi tindakan manusia, b.) Mengarahkan manusia membentuk tindakannya, c.) Menata hubungan sosial dalam masyarakat, dan d.) Memperkuat identitas kita sebagai manusia.

Cukup sesi untuk hari ini, Silakan tambahkan jika kurang atau berikan pendapat dalam comment dibawah :) Terima kasih.
Sumber : Disarikan dari slide pengajar.

8 komentar:

  1. wah keren :) lanjutkan berbagi ilmu ya cantikkk.. aku nilai 90.. :) tetap semangat

    BalasHapus
  2. Yang ini ringkas juga enak dibaca, bisa nambah wawasan juga. Tetep 90 d

    BalasHapus
  3. 90 deh dari gw. aaaah bohong re si cw mah,dia ngmng gtu gara2 msh menyimpan rasa kayanya

    BalasHapus